Previous
Next
Pendidikan

Senin, 19 Februari 2018

Sosialisasi Empat Konsensus Dasar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Sosialisasi Empat Konsensus Dasar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara




Korem 162/WB menggelar sosialiasi empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara dengan pemberi materi dari Pabanda tiga Staf Teritorial TNI AD (Sterad) Letkol Inf Sugi Mulyanto yang dilaksanakan di Aula Sudirman makorem 162/WB, Senin (19/2).

Kepala Seksi Logistik (Kasilog) Korem 162/WB Letkol Inf Supriadi menyampaikan selamat datang kepada tim sosialisasi Sterad. “Selamat datang kepada Tim Sosialisasi empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara dari Sterad di Korem 162/WB”, kata Supriadi mengawali sambutannya.

Supriadi melanjutkan, program sosialisasi ini merupakan program dari komando atas sebagai upaya penyegaran kembali tentang empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang dulunya kita kenal dengan nama empat pilar kebangsaan.

“Perhatikan dengan baik, tanyakn jika ada hal-hal yang belum dimengerti dan jadikan sosialisasi ini sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”, harapnya.

Sosialisasi yang diikuti oleh gabungan personel Makorem 162/WB, para Babinsa se Pulau Lombok dan satuan Disjan korem 162/WB terdiri dari para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS ini membahas tentang empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan tanya jawab dan doa.  
Dihantam Banjir, Ini Yang Dilakukan Babinsa Bersama Masyarakat

Dihantam Banjir, Ini Yang Dilakukan Babinsa Bersama Masyarakat






Curah hujan yang masih tinggi khususnya di wilayah NTB sangat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya petani yang mengalami kesulitan dan kerugian dalam bercocok tanam di musim hujan ini, namun masyarakat yang tinggal di dataran rendah juga merasa was-was.

Beberapa hari yang lalu, khususnya wilayah Kabupaten Bima dilanda banjir bandang diterjang air hujan yang merendam rumah warga bahkan beberapa jembatan penghubung putus. Melihat kondisi tersebut, Koramil jajaran Kodim 1608/Bima langsung turun membantu masyarakat yang mengalami musibah.

Hari ini Minggu (18/02/2018), Babinsa bersama masyarakat binaannya dibeberapa tempat melaksanakan  gotong-royong membersihkan sisa-sisa banjir diantaranya Babinsa Sanolo Koramil 1608-02/Bolo Kopda Arasul bersama masyarakat melaksanakan gotong royong menggali saluran air di Dusun Muku Desa Sanolo, Babinsa Tanah Putih Koramil 1608-03/Sape Koptu Edy Syahbudin melaksanakan gotong royong bersama warga binaan  membersihkan material berupa lumpur yang ada di jalan raya Dusun Doro Sari Desa Tanah Putih dan Babinsa Mpili Koramil 1608-05/Donggo Serka Ridwan membantu warga perbaikan pagar yang roboh akibat dihantam air hujan pada Kamis lalu.

Sedangkan anggota Posramil Belo Koramil 1608-04/Woha dipimpin Danpos Ramil Pelda Syafrudin bersama ratusan masyarakat Desa Teke Kecamatan Palibelo melaksanakan Karya Bhakti pembersihan sungai pasca banjir dengan tujuan untuk mencegah terjadinya luapan banjir.

Sementara Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka P. ditempat terpisah memberikan apresiasi kepada anggotanya. "Terimakasih kepada para Babinsa dan Koramil jajaran Kodim Bima yang telah bekerja tidak mengenal waktu membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah", ungkap Bambang.


Bambang melanjutkan, walaupun di waktu hari libur seperti har ini, kalian tetap memberikan perhatian dengan ikut turun merasakan kesusahan masyarakat dengan mengajak mereka untuk melaksanakan gotong royong ataupun karya bhakti pembersihan sisa-sisa banjir.

"Semoga kerja keras kalian dengan tetap mengedepankan berbuat terbaik, berani, tulus dan ikhlas membantu masyarakat tercatat sebagai amal ibadah disisi Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa", harapnya.

Bambang juga menghimbau kepada anggota dan masyarakat untuk tetap waspada. "Kondisi cuaca hingga hari ini tidak menentu maka saya menghimbau seluruh personel Kodim 1608/Bima serta masyarakat agar tetap berhati-hati dan selalu waspada terhadap setiap kemungkinan yang akan terjadi sehingga dapat meminimalisir kerugian yang lebih besar", pungkasnya.

Babinsa dan Masyarakat Bangun Jembatan Alternatif

Babinsa dan Masyarakat Bangun Jembatan Alternatif



Hujan deras melanda Desa Nggelu Kecamatan Lambu Kabupaten Bima mengakibatkan jembatan di Desa Nggelu putus. Jembatan satu-satunya penghubung dua desa yakni Desa Nggelu dan Kecamatan Lambu menyebabkan jalur transportasi lumpuh total.

Babinsa Desa Nggelu Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape Serda Syahdan bersama masyarakat setempat berupaya membangun jembatan alternatif dari kayu., Minggu (18/2). "Kami bersama masyarakat berusaha untuk membuat jembatan alternatif dari kayu sehingga kadua desa bisa terhubung kembali minimal untuk pejalan kaki maupun kendaraan roda dua", kata Syahdan.

Syahdan menambahkan, Pemerintah desa Nggelu juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bima untuk memperbaiki jembatan sehingga transportasi baik roda dua maupun empat bisa berjalan seperti semula.

Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka P. secara terpisah berharap apa yang diupayakan masyarakat bersama Babinsanya berupa pembuatan jalan alternatif sifatnya sementara yang hanya bisa dilewati pejalan kaki dan kendaraan roda dua agar ditaati oleh masyarakat sehingga jalan tersebut bisa digunakan sampai jembatan selesai diperbaiki oleh Dinas terkait.

"semoga segala usaha yang dilakukan secara bersama-sama ini dapat memberikan manfaat yang posistif bagi Desa Nggelu khususnya sehingga tidak menghambat pasokan kebutuhan pokok", pungkasnya.
Tim Opsgab Kodim 1607/Sumbawa Amankan Puluhan Kubik Kayu Illegal

Tim Opsgab Kodim 1607/Sumbawa Amankan Puluhan Kubik Kayu Illegal






Tim operasi Illegal Logging Kodim 1607/Sumbawa bersama Polisi Kehutanan (Polhut) dan KPH orong Telu dipimpin Danramil 1607-03/Ropang Kapten Inf Suhelik berhasil mengamankan puluhan kubik kayu hasil illegal di kawasan hutan lindung Desa Olat Klawe Kecamatan Orong Telu Kabupaten Sumbawa, Minggu (18/2).

Kayu illegal yang berhasil diamankan tersebut sebanyak 240 batang atau sekitar 15 kubik yang masih berbentuk olahan balok atau glondongan.

Menurut Suhelik, ia bersama anggota Koramil, Polsus dan anggota KPH melakukan operasi gabungan berdasarkan laporan dari masyarakat ke Koramil Ropang pada hari Jumat (16/2) kemarin.

Diceritakannya, setelah memperoleh informasi, mulai hari Sabtu dini hari Ia bersama timnya bergerak menuju sasaran dan ditengah perjalanan menemukan tumpukan kayu yang ditutupi dengan daun dan diperkirakan jumlahnya sekitar 10 kubik, kemudian tim melanjutkan perjalanan menuju sumber suara yakni mesin sensow.



Namun kata Suhelik, setelah tim tiba dilokasi, para pelaku illegal logging mengetahui kedatangan tim sehingga mereka langsung melarikan diri dan meninggal kayu balok dan glondongan sebanyak 5 kubik.

"Melihat kondisi cuaca semakin buruk akhirnya kayu yang terakhir diamankan (5 kubik) dihancurkan ditempat penemuan karena medannya berat dan tidak bisa dibawa turun", tutupnya.

Sementara Dandim 1607/Sumbawa Letkol Arm Sumanto, S.Sos., ditempat terpisah memberikan apresiasi kepada tim gabungan. "Selamat kepada tim operasi gabungan Illegal loghing yang telah berhasil mengamankan puluhan kubik kayu di hutan lindung", ungkap Sumanto.

Sumanto melanjutkan, ia dan jajarannya sesuai dengan petunjuk dan arahan Danrem 162/WB Kolonel H. Farid Makruf, M.A., akan tetap melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap kondisi hutan terutama terkait dengan penebangan liar atau illegal logging.


"Apabila ada pelaku Illegal logging yang tertangkap tangan, maka akan kami serahkan kepada pihak yang berwajib untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, tentunya dengan terus melakukan pemantauan hingga putusan hakim", tegasnya.

Sumanto menambahkan, penebangan hutan secara illegal akan memberikan dampak negatif yang dapat merusak hutan dan lingkungan sehingga mengakibatkan banjir dan tanah longsor maupun pemasanan global (Global Warning) yang kembali juga kepada kita sendiri.

"Mari kita sama-sama menjaga dan melestarikan hutan agar hutan tetap hijau dan dapat memberikan manfaat bagi kita maupun anak cucu kita dimasa yang akan datang", pungkasnya.
Jembatan Desa Kananta Putus, Ini Solusi Ditawarkan Danramil Donggo

Jembatan Desa Kananta Putus, Ini Solusi Ditawarkan Danramil Donggo






Hujan yang terus menerus menghamtam hampir seluruh wilayah di NTB memberikan luka mendalam khususnya di daerah Kabupaten Bima. Beberapa rumah ikut teremdam banjir bahkan jembatan di Desa Kananta Kecamatan Soromandi putuh akibat diterjang banjir.

Pagi tadi, Jumat (16/2/2018) Danramil 1608-05/Donggo Kapten Inf Muhamad bersama anggotanya mengecek kondisi jembatan yang putus. "Kami bersama anggota Koramil mengecek secara langsung kondisi jembatan dan ternyata memang putus", ungkap Muhammad.

Menurutnya, selain melakukan pengecekan juga membantu warga yang akan menyebrang kali akibat jembatan yang tidak dilewati.

Muhammad menambahkan, Ia bersama Kepala Desa setempat dan PT. Bungaraya Kabupaten Bima melaksanakan koordinasi untuk pembuatan jalan alternatif melewati persawahan warga yang sudah ditanami padi", ungkapnya. 


Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka P., ditempat terpisah memberikan apresiasi kepada Danramil dan anggotanya. "Terimakasih Pak Danramil Donggo yang telah sigap melihat kondisi di wilayahnya dan langsung turun untuk mengecek dan mambantu kesulitan masyarakatnya", kata Bambang.

Ia melanjutkan, berdasarkan laporan dari Danramil rencananya akan dibuatkan jalan alternatif lewat sawah. Namun kata Bambang, masih dikoordinasikan dengan pihak terkait.

"Apabila rencana pembuatan jalan alternatif itu sudah positif, insya Allah nanti kita kerahkan personel untuk membantu mengerjakannya sesuai kebutuhan", pungkasnya.

Sementara Bupati Bima bersama BPBD Kabupaten Bima sekitar pukul 11.00 Wita tiba dilokasi dengan membawa bantuan untuk masyarakat setempat yang terkena musibah.